Mesut Oezil dan Erdogan Terpilih Jadi Figur Muslim Terbaik 2019

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Pemain sepakbola Mesut Oezil dinobatkan sebagai figur muslim terbaik 2019. Dikutip dari situs Anadolu Agency, penghargaan tersebut diberikan koran Muslim News Nigeria sebuah media yang paling berkuasa di negara tersebut.

Selain Erdogan dan Mesut Oezil, ada tiga tokoh muslim lain yang terpilih sebagai model muslim paling baik di 2019. Mereka adalah Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad, anggota kongres Amerika Ilhan Omar dan Presiden Gambia Adama Barrow.

Erdogan kemudian terpilih sebagai figur utama dari lima model muslim terbaik 2019. Menurut Rashed Abu Bakar pimpinan Muslim News Nigeria, pihaknya punya alasan menetapkan Erdogan sebagai figur utama kedua kalinya.

“Kami memberikan penghargaan ini pada Erdogan karena komitmennya pada muslim di Palestina. Myanmar, Kashmir, Suriah, dan negara lain di dunia. Erdogan juga menjadi sosok yang selalu menyuarakan soal Uyghur. Muslim News percaya perlakuan tidak pantas yang diterima muslim bisa berlalu jika seluruh pemimpin dunia bersatu,” kata pimpinan redaksi Muslim News Nigeria Rashed Abu Bakar dikutip dari situs media tersebut.

Erdogan juga dinilai telah membuat langkah besar yang membuat Turki menjadi salah satu kekuatan dunia dan pusat perkembangan Islam. Dia menjadi inspirasi bagaimana pemimpin muslim melakukan tugasnya.

“Sebagai pemimpin, Erdogan tidak hanya menggunakan posisi tersebut untuk memperbaiki status Turki sebagai negara yang terus berkembang secara sosial dan ekonomi. Namun juga menimbulkan ketertarikan dunia yang lebih besar pada Islam dan dinamikanya,” ujar Rashed.

Isu muslim Uyghur di China juga menjadi pertimbangan pemain sepakbola Mesut Oezil dalam model muslim terbaik 2019. Gelandang Arsenal tersebut sempat mengunggah tulisan yang mempertanyakan minimnya respon dunia terkait muslim Uyghur.

Tulisan di Instagram tersebut mendapat banyak respon dari penggemar hingga pejabat terkait, dari lingkungan Arsenal hingga petinggi negara. Tulisan Oezil juga berdampak pada penjualan hak siar atas klubnya di China.

Oezil tak ambil pusing menghadapi respons tersebut dan tak menghapus tulisan yang diunggah lewat Instagram. Dia memilih meneruskan aktivitas seperti biasa sebagai pemain sepakbola, dalam kehidupan sehari-hari, dan aksi sosial.

Erdogan dan Mesut Oezil Model muslim terbaik 2019 memberi contoh seorang yang beragama Islam menjalani kehidupannya sehari-hari. Dalam seluruh kegiatannya, dia tidak hanya memikirkan diri sendiri namun juga muslim dan kehidupan lain di sekitarnya. Muslim juga menginspirasi orang lain untuk selalu lebih baik dibanding hari sebelumnya.()

Gara-Gara Ceramah Ustadz Abdul Somad, Padang Bentuk Satpol PP Syariah

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat berencana membentuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Syariah yang identik dengan filosofi Minangkabau yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Meski belum ada regulasi yang mengatur soal itu, namun saat ini, sudah ada sebanyak 30 personil yang disiapkan untuk menjadi petugas Satpol PP Syariah. Ke-30 personil ini, diklaim akan mampu bersikap lebih humanis  dalam setiap melakukan penindakan di lapangan.

“Pemerintah Kota Padang menyikapi apa yang sudah diapungkan Ustaz Abdul Somad beberapa waktu lalu mengenai Satpol PP Syariah. Dan, saya rasa masyarakat kita memang butuh itu. Untuk menindaklanjutinya, akan kita segerakan mewujudkan Satpol PP yang syariah dalam bertindak untuk penegakan Perda di Kota Padang ini” kata Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi, Jum’at 10 Januari 2020.

Alfiadi mengaku tidak butuh waktu lama untuk membentuk satu pleton petugas Satpol PP Syariah. Ia akan mengumpulkan semua anggota yang berasal dari sarjana tamatan perguruan tinggi Islam dan orang-orang pilihan yang memiliki latar belakang pemahaman agama yang cukup baik.

“Anggota kita banyak yang tamatan Universitas Islam. Dan kita, akan kumpulkan mereka. Saya akan mencari regulasinya mengenai Satpol PP Syariah ini, sebagai acuan dan akan kita buatkan Perwakonya sesegera mungkin, untuk tahap awal ini kita akan uji coba dulu dengan satu pleton,” ujar Alfiadi.

Menurut Alfiadi, yang membedakan Satpol PP Syariah ini salah satunya dari segi pakaian. Yang laki-laki, akan kita sesuaikan dengan budaya kita yakni memakai peci dan yang perempuan memakai pakaian yang longgar dan elegan, agar tidak mengganggu gerak di lapangan, serta pola yang sesuai dengan budaya kita.

“Satpol PP syariah sangat identik dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang sudah melekat dan menjadi kehidupan masyarakat di Kota Padang dan Minangkabau,” ujar Alfiadi.(vivanews.com)

Harusnya China Jangan Macam-Macam, Kata Gus Muwafiq : Indonesia Punya Nuklir

Dalam sebuah video ceramahnya yang diunggah di laman youtube Gus Muwafiq mengatakan bahwa Indonesia punya senjata nuklir tanpa reaktor. Nuklir tersebut berada di tumbak Baru Klinting.

Sebelumnya Gus Muwafiq mengatakan bahwa Kertanegara itu punya pusaka, yang kemudian pusaka tersebut diwariskan ke Majapahit.

Pusaka itu tak ada yang menandingi katanya, kalau pusaka itu digunakan/diacungkan ke begini, setiap yang bernyawa bakal mati.

Jika pusaka itu ditunjukkan ke laut, maka ikan yang ada di laut juga akan mati, ungkap Gus Muwafiq.

Pusaka itu sampai sekarang masih ada. Gus Muwafiq juga mengatakan bahwa Majapahit juga andalannya adalah pusaka tersebut.

Pusaka tersebut adalah tumbak Baru Klinting, kata Gus Muwafiq.

Menurutnya kenapa pusaka itu bisa begitu, katanya di ujung tombak tersebut ada nuklirnya setelah diteliti. Nuklir aktif tersebut ditaruh di ujung tombak.

Simak penjelasan Gus Muwafiq di video berikut ini

Relawan Temukan Al-Qur’an yang Tak Tersentuh Lumpur Banjir di Banten

Relawan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah, Jumardan, menemukan sebuah kitab suci Alquran yang sama sekali tidak tersentuh lumpur banjir di Pondok Pesantren La Tansa, Kampung Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu 4 Januari 2020.

“Mushaf Alquran ini hanya tersentuh sedikit lumpur pada bagian sampul, sedangkan bagian dalamnya utuh masih jelas terbaca,” ujarnya melalui rilis yang diterima VIVAnews, Sabtu, 4 Januari 2020.

Jumardan mengaku tak percaya, dan tidak masuk akal jika Alquran itu tidak kotor dan basah, karena air yang merendam kawasan tersebut sangat besar.

“Masya Allah, inilah kuasa Allah,” katanya.

Momentum penemuan Alquran yang tak tersentuh lumpur itu pun didokumentasikan dalam sebuah video berdurasi pendek.

Di kawasan itu, relawan Laznas Wahdah, yang merupakan sebuah lembaga kemanusiaan dari Kota Makassar itu melaporkan bahwa sekitar 15 rumah hilang terseret arus saat banjir besar menerjang wilayah Banten yang bersamaan dengan sejumlah kawasan di Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Tak hanya itu, mobil-mobil milik warga dari berbagai merek, ikut hanyut akibat derasnya arus yang membuat warga tak mampu berbuat apa-apa.

Banjir kini sudah mulai surut, sehingga membuat para relawan sudah leluasa masuk ke lokasi kejadian melakukan evakuasi dan membantu warga membersihkan serta melakukan pendistribusian bantuan.[]

Viral, Pria di Garut Mengaku Kafir dan Injak Al-Qur’an

Seorang pria menggegerkan publik karena aksinya menginjak kitab suci umat Islam, Alquran. Unggahan seorang pria yang diduga warga Garut menginjak Alquran ini menjadi viral di media sosial Facebook.

Unggahan itu menunjukkan seorang pria dengan dua kaki yang menginjak Alquran, dengan caption menggunakan bahasa Sunda :

“Ngaran aing hary kurniawan dari garut komandan bobs aing cicing di bc buah batu ..aing kafir tah quran ku aing di cingcak sok tangkap aing “.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia :

“Nama saya Hary Kurniawan dari Garut Komandan BOBS saya tinggal di BC Buah Batu.. Saya kafir nih Quran oleh saya diinjak silakan tangkap saya.

Selain foto kaki yang sedang menginjak Alquran, dalam unggahan tersebut juga tampak wajah seorang pria yang diduga merupakan orang bernama Hary Kurniawan. Berbagai komentar terhadap unggahan muncul, di antaranya ada yang tidak percaya pelaku adalah orang Garut.

“Moal aya Nu kitu orang garut mah (tidak ada orang Garut yang seperti itu_red),” ujar pemilik akun Ijangsukmana dalam kolom komentarnya.

Foto kaki menginjak Alquran pertama kali diunggah oleh akun Facebook Merana Hati Merana. Akun Merana Hati Merana sendiri sudah menghilang.

Namun, warganet sudah ramai melakukan screenshot unggahan tersebut dan mengunggah kembali di grup-grup media sosial lainnya. (*)

ARTIKEL COBA COBA

Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu Aku mencintaimu

Lebah, Binatang Modern yang Bernegara

Lihatlah kesungguhan lebah dalam membuat madu, membangun rumah-rumah persegi enam dengan bentuk paling sempurna dan paling indah. Apabila rumah-rumah itu tergabung satu sama lainnya, tidak ada sela dan celah di antaranya. Semua ini tanpa meteran atau jangka. Itu tidak lain akibat dari ciptaan Allah SWT dan ilham-Nya kepada lebah.

Allah SWT berfirman :

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam wamanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan,” (QS. an-Nahl: 68-69)

Renungkanlah betapa luar biasa ketaatan dan kepatuhannya kepada perintah Tuhan. Mereka membuat rumahnya di tiga tempat ini, di gunung yang tinggi, di pohon, dan di rumah yang dibangun manusia. Tak pernah terlihat lebah punya sarang selain di tiga tempat itu.

Perhatikan bagaimana kebanyakan sarang lebah berada di gunung-gunung dan dataran tinggi, yaitu tempat pertama yang disebutkan dalam ayat di atas. Lalu di pohon-pohon, yang merupakan sarangnya yang paling banyak. Kemudian di rumah-rumah manusia, dan ini yang paling sedikit. Sarang lebah di gunung dan pepohonan besar-besar menghasilkan madu yang banyak sekali.

Perhatikan bagaimana kepatuhannya (terhadap ilham Tuhan) mendorongnya membuat rumah lebih dahulu. Baru kalau sudah selesai, dia keluar dan mencari makan dari buah-buahan kemudian pulang ke rumah-rumahnya.

Itu karena Tuhannya memerintahkan untuk membuat rumah dahulu, lalu menyuruhnya makan. Kemudian, jika dia makan, maka dia menyusuri jalan-jalan Tuhannya yang telah dimudahkan baginya, lalu kembali.

Di antara keajaiban lebah adalah mereka punya pemimpin, yakni ratu lebah. Tanpa dia lebah-lebah itu tidak pergi, pulang, bekerja, atau makan. Mereka patuh kepada perintahnya.

Sang ratu berhak memerintah dan melarang mereka, karena mereka adalah rakyatnya yang tunduk kepada ucapan sang raja dan mengikuti pendapatnya. Ratu lebah itu mengatur mereka seperti layaknya seorang raja yang mengatur rakyatnya.

Saat lebah-lebah itu kembali ke rumah, dia berdiri di pintu, tidak membiarkan seekor pun mendesak yang lain atau mendahuluinya masuk. Masing-masing lewat satu persatu, tanpa berdesakan. Persis seperti yang dilakukan seorang panglima apabila ia dan pasukannya tiba di sebuah jalan sempit yang hanya dapat dilalui satu per satu.

Barangsiapa memperhatikan perilaku lebah, siasatnya, persatuannya, keteraturannya, pengaturan ratunya, dan penyerahan setiap pekerjaan kepada salah satu dari mereka, tentu akan amat kagum dan menyadari bahwa hal itu di luar kemampuannya.

Sebab, pekerjaan-pekerjaan itu teramat rumit dan berteknik tinggi. Apabila Anda tilik lebah pekerja, Anda melihatnya termasuk makhluk ciptaan Allah yang paling lemah, paling tidak tahu akan diri dan keadaannya, dan paling tidak mampu melakukan kemaslahatannya, terlebih-lebih keajaiban yang dimilikinya.

Dan di antara keajaiban dunia lebah, tidak ada dua ratu yang memimpin satu sarang dan mengomandoi satu kelompok. Bahkan, apabila ada dua kelompok lebah dengan ratu masing-masing berkumpul, mereka membunuh salah satu ratu itu dan sepakat menaati satu ratu saja tanpa timbul permusuhan atau baku hantam antar mereka. Kemudian mereka bergabung menjadi satu pasukan (kelompok). []

Referensi: Kunci Kebahagiaan/Ibnu Qayyim/Akbar Eka Sarana/2004

Punya Isteri yang Cerewet Tak Perlu Sedih, Karena Ini Solusinya

Rutinitas pekerjaan menyita sebagian waktu bagi para suami dalam kesehariannya. Kaum adam bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah dibandingkan dengan di rumah. Rumah adalah tempat berpulang, kembali dari penatnya dunia kerja. Berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.

Namun ketika tiba di rumah, bukanlah ketenangan dan kedamaian yang didapat. Para suami seringkali diceramahi oleh isterinya. Kerasnya suara isteri yang masuk ke gendang telinga, bahkan mampu menambah pusing yang dialami para suami. Menambah masalah.

Hanya karena isteri ingin curhat tentang harga cabai yang naik, tentang tetangga yang membuang sampah sembarangan, tentang anak-anak ataupun tentang hal remeh temeh lainnya, bisa memercikkan perkara dan memicu pertengkaran.

Sebuah penelitian yang di publikasi oleh The Journal of Neuroscience, mengatakan bahwa perempuan berbicara menggunakan 20 ribu kata dalam sehari. Bandingkan dengan laki-laki yang hanya menggunakan 7 ribu kata dalam kesehariannya.

Hal ini yang membuat para isteri lebih banyak berkicau ketimbang para pria. Tapi fakta seperti itu, tidaklah membuat para suami menjadi maklum akan kondisi isteri. Lantas bagaimana menghadapi isteri anda yang cerewet? Para suami bisa mencermati kisah berikut.

Umar bin Khattab dianugerahi Allah SWT dengan ketegasan sekaligus hati yang lembut. Kisah rumah tangga Umar dapat menggambarkan betapa tinggi budi pekerti sang khalifah dalam menghormati istri.

Syahdan, diceritakan seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab. Ia hendak mengadukan istrinya karena marah-marah kepadanya. Lelaki tersebut jengkel dan ingin mengadukan kelakuan istrinya kepada Amirul Mukminin.

Setiap kali datang ke rumah Amirul Mukminin, ia tidak pernah bertemu dengannya. Umar bin Khattab selalu telah pergi sebelum ia datang. Suatu ketika, laki-laki itu kemudian datang lagi ke rumah Umar bin Khattab. Sampai di depan rumah, ia tidak langsung mengetuk pintu. Umar justru berdiri di depan.

Lelaki itu pun tertegun sejenak. Secara tak sengaja, ia mendengar sang khalifah sedang dimarahi istrinya. Sang istri terdengar membesar-besarkan masalah yang remeh. Nada suara perempuan itu meninggi. Sang Amirul Mukminin cenderung pasif menghadapi kemarahan istrinya.
Lelaki itu kemudian berkata dalam hati, “Jika seorang Amirul Mukminin saja seperti itu, bagaimana denganku?” Ia

kemudian berbalik hendak pergi. Umar bin Khattab keluar rumah dan melihat tamunya hendak pergi. Ia pun bertanya, “Apa keperluanmu?”

Laki-laki itu kemudian berbalik dan berkata, “Wahai, Amirul Mukminin, aku datang untuk mengadukan perangai buruk istriku dan sikapnya kepadaku. Tapi, aku mendengar hal yang sama pada istrimu,” kata lelaki itu.

Umar bin Khattab kemudian tersenyum. Dia pun mengisahkan kepada lelaki itu mengapa Umar yang keras begitu sabar menghadapi istrinya. “Wahai, saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku.”

Alih-alih menghardik istrinya, Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia. “Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Umar bin Khattab kemudian menasihati lelaki itu untuk bersikap sabar kepada istrinya karena istrinyalah yang membuat dia tenteram di sampingnya. “Karena istriku, aku merasa tenteram (untuk tidak berbuat dosa). Maka, aku harus mampu menahan diri terhadap perangainya.”

“Wahai, Amirul Mukminin, istriku juga demikian,” kata lelaki itu. Amirul Mukminin pun menjawab, “Maka, hendaknya engkau mampu menahan diri karena yakinlah hal tersebut hanya sebentar saja,” kata Amirul Mukminin.

Jadi wahai para suami, ketika istri anda cerewet dan sering menceramahi anda untuk hal remeh temeh, maka bersabarlah! Wallahualam Bisshawab. []

Uwais Al Qarni Seorang Tabi’in yang Istimewa

‘Uwais Al-Qarni atau ‘Uwais bin ‘Amir berasal dari kabilah Murad, lalu dari Qarn. Ia adalah seorang tabi’in yang paling utama. Dari ‘Umar bin Al Khattab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama ‘Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih) Perintahkanlah padanya untuk meminta ampunan untuk kalian.” (HR. Muslim)

‘Uwais adalah orang yang memiliki kemuliaan atau keistimewaan yang tidak diketahui oleh banyak orang hingga tak jarang orang-orang kerap merendahkannya. Kemuliaan atau keistimewaan ‘Uwais nampak dari perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya berdoa pada Allah untuk memberikan ampunan padanya.

Berikut kisah ‘Uwais Al-Qarni, yang namanya terkenal di langit, berawal dari pertemuannya dengan ‘‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Dari Usair bin Jabir, ia berkata, “Umar bin Al Khattab ketika didatangi oleh serombongan pasukan dari Yaman, ia bertanya, “Apakah di tengah-tengah kalian ada yang bernama ‘Uwais bin ‘Amir?” Sampai ‘‘Umar mendatangi ‘‘Uwais dan bertanya, “Benar engkau adalah ‘Uwais bin ‘Amir?”

‘Uwais menjawab, “Iya, benar.”

‘Umar bertanya lagi, “Benar engkau dari Murod dari Qarn?”

‘Uwais menjawab, “Iya.”

‘Umar bertanya lagi, “Benar engkau dahulu memiliki penyakit kulit lantas sembuh kecuali sebesar atu dirham?”

‘Uwais menjawab, “Iya.”

‘Umar bertanya lagi, “ Benar engkau punya seorang ibu?”

‘Uwais menjawab, “Iya.”

‘Umar berkata, “Aku sendiri pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Nanti akan datang seseorang bernama ‘Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. Ia berasal dari Murod kemudian dari Qarn.

Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

‘Umar pun berkata, “Mintalah pada Allah untuk mengampuniku.” Kemudian ‘Uwais mendoakan ‘Umar dengan meminta ampunan pada Allah.

‘Umar pun bertanya pada ‘Uwais, “Engkau hendak ke mana?”

‘Uwais menjawab, “Ke Kufah.”

‘Umar pun mengatakan pada ‘Uwais, “Bagaimana jika aku menulis surat kepada penanggung jawab di negeri Kufah supaya membantumu?”

‘Uwais menjawab, “Aku lebih suka menjadi orang yang lemah (miskin).”

Tahun berikutnya, ada seseorang dari kalangan terhormat dari mereka pergi berhaji dan ia bertemu ‘‘Umar. ‘Umar pun bertanya tentang ‘Uwais.

Orang yang terhormat tersebut menjawab, “Aku tinggalkan ‘Uwais dalam keadaan rumahnya miskin dan barang-barangnya sedikit.” ‘Umar pun mengatakan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Nanti akan datang seseorang bernama ‘Uwais bin ‘Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman.

Ia berasal dari Murod kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Orang yang terhormat itu pun mendatangi ‘Uwais, ia pun eminta pada ‘Uwais, “Mintalah ampunan pada Allah untukku.”

‘Uwais menjawab, “Bukankah engkau baru saja pulang dari safar yang baik (yaitu haji), mintalah ampunan pada Allah untukku.”

Orang itu mengatakan pada ‘Uwais, “Bukankah engkau telah bertemu ‘Umar?”

‘Uwais menjawab, “Iya benar.” ‘Uwais pun memintakan ampunan pada Allah untuknya.

Orang lain pun tahu akan keistimewaan ‘Uwais. Lantaran itu, ia mengasingkan diri menjauh dari manusia.” (HR. Muslim). []

Kenali Sepuluh Penyebab Rusaknya Amalan, Sebelum Amalan Anda Sia-Sia

Amalan rusak, emang bisa? Tentu bisa saja.  Rusaknya amal itu akibat dari perbuatan diri kita sendiri yang merusaknya. Sehingga, amal yang telah kita lakukan dengan usaha hingga keringat bercucuran. Lebay… Ini bukan lebay…

Ya, beramal memang tidak mudah. Cukup sulit. Memang sulit. Karena bisa saja ketika diri ini belum diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beramal, maka hal itu tidak akan terjadi. Jadi, bersyukurlah ketika kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berbuat kebaikkan (amal).

Tuhkan, susah beramal itu. Perlu perjuangan dan kesempatan. Jadi mengapa kita rusak amal yang telah kita perjuangkan dan Allah berikan kepada kita. Oh, gitu…

Lantas, apa sih faktor yang membuat amal ini rusak dan luntur?

Nah, ada sepuluh hal atau faktor yang akan membuat amal kita rusak dan luntur, tentunya sepuluh faktor ini akibat dari diri kita sendiri, loh!

  1. Munafik
  2. Riya’
  3. Mencampur adukkan niat amal.
  4. Mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dilakukan kepada orang lain.
  5. Menyebabkan kesusahan orang lain.
  6. Memberi jalan untuk merasa menyesal.
  7. ‘Ujub (Sombong)
  8. Menyesali amal yang telah dilakukan.
  9. Lesu dan malas.
  10. Takut celaan manusia.

Wah, itu tadi sepuluh faktor penyebab amalan kita menjadi rusak. Kesepuluh faktor di atas sangat rentan menyerang diri kita. Lantas, bagaimana caranya agar kita tidak terserang penyakit perusak amal. Salah satu caranya dengan berdoa kepada Allah SWT, meminta pada-Nya agar dilindungi dari segala macam penyakit yang mampu merusak amal kita. []

Referensi: Minhajul Abidin Jalan Para Ahli Ibadah/Imam al-Ghazali/Khatulistiwa/